Langsung ke konten utama

Resume Thucydides, Book II, The Funeral Oration of Pericles History of ThePeloponnesian War and , Book V, Chapter XVII, Sixteenth Year of The War- TheMelian Conference-Fate of Melos

 Thucydides merupakan sejarawan yang menulis Perang Peloponnesos. Ia menjadi sejarawan pertama yang diketahui berpikir kritis. Saat Perang Peloponnesos terjadi berlangsung, ia berusia 25 tahun. Dalam perang ini, Thucydides ditugaskan sebagai jenderal yang memimpin pasukan Athena di Trakia. Ia menjadikan dirinya sebagai pemeran dalam sejarah berdasarkan pengalamannya dalam perang. Penulisan sejarah ini dilakukannya dengan mengumpulkan bahan-bahan kesejarahan dan memisahkan segala khayalan dari dalam tulisannya. Ia menuliskan pidato-pidato para tokoh sejarah semirip mungkin dengan ucapan yang didengarnya secara langsung. Dalam Perang Peloponnesos, Thucydides menjelaskan tentang persoalan hidup yang mendasar bagi manusia.


Perang Peloponnesos adalah perang yang terjadi di Yunani kuno antara Athena dan Sparta- dua negara kota paling kuat di Yunani kuno pada saat itu (431 hingga 405 SM). Perang ini mengalihkan kekuasaan dari Athena ke Sparta, menjadikan Sparta negara- kota paling kuat di wilayah tersebut. Perang tersebut menampilkan dua periode pertempuran yang dipisahkan oleh gencatan senjata enam tahun.


Athena dan Sparta sebelumnya pernah berselisih beberapa dekade sebelum perang. Salah satu sekutu Sparta, Corinth, telah terlibat langsung dengan tentara Athena. Sebagai sekutu Spartan, Korintus melanjutkan permusuhan terhadap Athena ketika Athena mengancam kepentingan Korintus di wilayah sekitar Corcyra. Ini akhirnya menarik Sparta ke dalam konflik. Tentara Sparta mulai dengan menyerbu tanah di dalam wilayah sekutu Athena, khususnya wilayah dekat Athena yang disebut Attica. Orang Athena telah membangun tembok yang membentang dari pelabuhan mereka ke kota Athena. Tembok membantu melindungi Athena dari serangan langsung, dan pemimpinnya, Pericles, mendesak Athena untuk tidak terlibat dalam pertempuran darat langsung dengan Spartan. Sebaliknya, orang Athena menggunakan angkatan laut mereka untuk mengirimkan pasukan ke wilayah Spartan untuk melakukan penggerebekan di pemukiman.


Setelah bertahun- tahun perang terbuka, Sparta menawarkan perdamaian dan Athena menerimanya. Kesepakatan itu diresmikan dengan penandatanganan Peace of Nicias. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa Athena dan Sparta akan saling membela selama 50 tahun ke depan. Namun, perjanjian itu hanya berlangsung enam.


Permusuhan dilanjutkan antara Athena dan Sparta dengan serangan yang dilancarkan oleh orang Athena di Sisilia. Sparta memutuskan untuk membalas. Belajar dari pengalaman masa lalunya dengan angkatan laut Athena, mereka membentuk armada kapal perang. Ini akan menjadi satu dekade peperangan lagi sebelum jenderal Spartan Lysander mengalahkan armada Athena di Aegospotami. Kekalahan ini menyebabkan Athena menyerah. Akibatnya, Perang Peloponnesia berakhir. Bersamaan dengan berakhirnya konflik ini, berakhirlah zaman keemasan Yunani kuno.


The Funeral Oration of Pericles


Pericles menyatakan bahwa dia lebih suka memberikan penghormatan yang sederhana bagi mereka yang telah gugur di medan perang daripada memberikan pidato yang berlebihan di pemakaman mereka. Menurutnya, pujian yang berlebihan dapat memperburuk reputasi mereka yang telah meninggal dan menyebabkan orang meragukan kejujuran pembicara. Pericles mengakui bahwa sulit untuk menemukan keseimbangan yang tepat dalam memberikan penghormatan, karena banyak pendengar cenderung merasa iri atau mencurigai pembicara. Meskipun demikian, karena tradisi telah menetapkan pidato pemakaman sebagai suatu hal yang wajib, Pericles akan berusaha untuk memuaskan keinginan pendengar dengan memberikan pidato yang sesuai dengan keyakinan semua orang yang hadir.


Orasi Pericles dimulai dengan penghargaan pada nenek moyang dan perjuangan mereka untuk mewariskan negara yang bebas kepada generasi berikutnya. Dia kemudian menekankan betapa pentingnya prinsip dan institusi yang diterapkan oleh Athena dalam membangun kekaisaran besar mereka. Pericles juga menyinggung tentang eksploitasi militer dan energi yang digunakan oleh orang-orang Athena dalam menghadapi berbagai gelombang perang, baik dari Hellenic maupun Barbar. Dia menegaskan bahwa mereka yang telah meninggal patut dihormati, tetapi dia juga menyadari bahwa pemakaman publik tidak selalu memberikan kesan yang akurat mengenai karakter seseorang. Namun, karena kebiasaan ini dihormati oleh nenek moyang mereka, Pericles akan menghormatinya dan mencoba memuaskan keinginan dan keyakinan orang yang hadir dalam pemakaman itu.


Bentuk pemerintahan dalam negara tersebut bukanlah untuk bersaing dengan lembaga lain, namun menjadi contoh bagi negara tetangga. Meskipun demokrasi dijalankan, namun ada klaim keunggulan yang diakui, meskipun keadilan tetap ditegakkan. Kemiskinan tidak menjadi penghalang seseorang untuk memberikan manfaat bagi negaranya. Dalam urusan pribadi, tidak ada saling mencurigai dan marah kepada sesama. Namun, semangat penghormatan terhadap otoritas dan hukum tetap dijaga dalam tindakan-tindakan publik dengan perhatian khusus pada hukum yang ditahbiskan dan juga hukum-hukum tidak tertulis yang membawa celaan dari perasaan umum bagi pelanggar.


Keunggulan kota Athena dalam bidang militer, politik, dan pendidikan. Pelatihan militer mereka dianggap lebih unggul daripada musuh mereka dan kota mereka terbuka bagi dunia. Athena tidak mengandalkan manajemen atau tipu muslihat, tetapi pada hati dan tangan mereka sendiri. Meskipun mereka hidup dengan tenang, mereka sama siapnya dalam menghadapi bahaya yang mereka hadapi. Selain itu, Athena juga memiliki pendidikan yang baik, sehingga mereka mampu mengatasi kesulitan dengan lebih mudah. Bangsa Lacedaemonian datang ke wilayah Athena dengan seluruh konfederasi mereka, sementara

Athena pergi sendirian ke negara tetangga. Meskipun musuh mereka berjuang untuk mempertahankan rumah mereka dan mereka di tanah asing, Athena jarang mengalami kesulitan dalam mengatasi mereka. Meskipun begitu, musuh-musuh Athena merasa bangga ketika berhasil mengalahkan sebagian dari tentara mereka, dan menganggap diri mereka telah mengalahkan seluruh Athena.


Lebih baik menghadapi bahaya dengan hati yang ringan dan keberanian yang berasal

dari kebiasaan daripada dipaksa oleh hukum, karena hal ini memungkinkan seseorang untuk

lebih siap dan berani dalam menghadapi bahaya. Penulis juga memuji kota Athena, dengan

menyatakan bahwa warganya memiliki kemampuan unik untuk beradaptasi dengan berbagai

bentuk tindakan dengan anggun dan fleksibel. Mereka percaya bahwa kekuatan mereka tidak

terletak pada diskusi dan perdebatan, tetapi pada pengetahuan yang diperoleh melalui diskusi

yang mempersiapkan mereka untuk bertindak. Penulis juga menekankan pentingnya memberi

daripada menerima bantuan, karena hal ini akan membuat seseorang menjadi teman yang lebih

kuat.



Athena memperjuangkan hadiah yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak menikmati keistimewaan kota mereka. Ia juga ingin menegaskan bahwa pahlawan Athena pantas dihormati dan dihargai karena keberanian mereka dalam mempertahankan kota mereka. Kematian mereka dianggap sebagai ukuran sejati nilai seorang manusia, dan meskipun mereka mungkin tidak sempurna dalam kehidupan pribadi, mereka memberikan banyak kontribusi positif bagi negara mereka. Pahlawan Athena tidak tergoda oleh kekayaan atau kesenangan hidup, dan mereka memilih untuk mengambil resiko besar demi memperjuangkan kehormatan dan keadilan, bahkan jika itu berarti kehilangan nyawa mereka. Mereka mengandalkan diri sendiri dan berani menghadapi kematian demi keberanian dan kejayaan mereka.



Penulis menceritakan bagaimana akhir dari orang-orang yang gugur dalam perang ini. Dengan semangat yang dimiliki, mereka dinilai layak untuk Athena. Semangat tersebut tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Semua orang harus tahu betapa hebatnya Athena. Kekaisaran Athena dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki keberanian serta bertanggung jawab penuh atas tugas yang telah diberikan kepada mereka. Mereka layak mendapatkan penghargaan atas pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk Athena. Sebagai tanda terima kasih, negara membuatkan kolom dan prasasti untuk para pahlawan ini. Tidak hanya itu, di negara lain juga terdapat peringatan tidak tertulis tentang mereka, yang tidak diukir di atas batu, melainkan di hati manusia. Bagi orang-orang ini, datangnya malapetaka jauh lebih buruk daripada datangnya kematian kepada mereka.


Pericles mengatakan bahwa dia lebih senang menghibur para orang tua yang kehilangan anaknya di dalam perang ini alih-alih mengasihani mereka karena orang-orang ini meninggal dalam keadaan terhormat. Pericles mengatakan bahwa kesedihan ini tidak akan bertahan lama dan kemudian akan terhibur oleh kemuliaan mereka.



Sebagai bentuk penghormatan, negara telah membayar upeti pada mereka sesuai dengan ketentuan hukum. Anak-anak mereka pun akan dirawat sampai mereka dewasa. Tidak hanya itu, sebagai bentuk solidaritas, Athena memberikan karangan bunga serta memahkotai putra-putri mereka. Di akhir orasinya Pericles mengatakan, “Dan sekarang, ketika Anda telah meratap dengan sepatutnya, setiap orang mati, Anda boleh pergi.”


Sixteenth Year of The War – The Melian Conference – Fate of Melos


Musim panas berikutnya, dua puluh armada kapal berlayar di Argos beserta Alcibiades yang ikut di dalamnya. Mereka menangkap tiga ratus orang yang diduga berasal dari faksi Lacedaemonian. Orang Athena juga melakukan ekspedisi melawan pulau Melos dengan tiga puluh kapal mereka sendiri, enam Chian, dan dua kapal Lesbian, seribu enam ratus infanteri berat, tiga ratus pemanah, dan dua puluh pemanah berkuda dari Athena, dan sekitar seribu lima ratus infanteri berat dari Athena. Mereka bertemu dengan Melian, seorang koloni Lacedaemon yang tidak akan pernah mau tunduk dengan orang Athena. Pada awalnya Melian memilih untuk bersikap netral, akan tetapi setelah melihat orang Athena melakukan kekerasan dan penjarahan di wilayah tersebut, Melian berbalik memusuhi orang Athena.



Cleomedes, putra Lycomedes, dan Tisias, putra Tisimachus, para jenderal, berkemah di wilayah mereka dengan persenjataan di atas. Mereka mengirim utusan untuk bernegosiasi dengan orang pulau Melos. Melian tidak melakukan hal yang sama, tetapi meminta utusan Athena ini untuk menyatakan tujuan misi mereka kepada hakim dan beberapa orang yang menyaksikannya. Hingga kemudian terjadi beberapa dialog di antara Melian dan utusan Athena.



Utusan Athena mengatakan kepada Melian agar jangan membuat asumsi sendiri di dalam negosiasi ini. Mereka meminta Melian untuk segera memberitahu hal yang tidak ia sukai dari orang Athena agar kedua belah pihak bisa segera menyelesaikan masalah ini sebelum melangkah lebih jauh. Melian juga diminta untuk menyetujui negosiasi ini. Melian menolaknya dengan dalih persiapan militer orang Athena sudah terlalu maju untuk menyetujui tawaran yang diajukan oleh utusan Athena. Ia juga menilai orang-orang

Athena datang untuk menjadi hakim atas tujuan mereka sendiri. Melian menginginkan akhir dari negosiasi ini adalah perang, sebab Melian menolak untuk tunduk kepada Athena dan tidak

ingin ada perbudakan.



Dituliskan oleh Thucydides mengenai konferensi antara komisaris Melian dan utusan Athena, Athena mengatakan bahwa mereka tidak akan menyusahkan Melian dengan kepura puraan– ataupun tentang bagaimana orang Athena memiliki hak atas kerajaan mereka karena telah menggulingkan Mede atau menyerang Melian karena kesalahan yang telah Melian lakukan kepada mereka dan membuat pidato panjang yang tidak akan dipercaya. Orang Athena berharap alih-alih Melian berpikir untuk mempengaruhi mereka dengan mengatakan bahwa Melian tidak bergabung dengan Lacedaemon atau tidak melakukan kesalahan kepada mereka, akan mengarah pada apa yang layak, seiring berjalannya waktu, hanya dipertanyakan antara kesetaraan dalam kekuasaan, saat yang kuat melakukan apa yang dapat mereka lakukan dan yang lemah menderitakan apa yang harus mereka derita.



Menurut Melian, menghormati hukum negara merupakan kepentingan bagi semua negara. Oleh karena itu Melian menyebutkan orang Athena tidak boleh menghancurkan apa yang menjadi perlindungan bagi mereka bersama, namun orang Athena tidak terpengaruh dan tetap berpendapat jika penyerahan Melos itu untuk kepentingan kerajaannya dan Melos sendiri.



Orang Athena: Jika kerajaan kita harus diakhiri, itu tidak membuat kita takut; kerajaan lawan seperti Lacedaemon, bahkan jika Lacedaemon adalah antagonis kita yang sebenarnya, tidak begitu mengerikan bagi yang kalah sebagai subjek yang dengan sendirinya menyerang dan mengalahkan penguasa mereka. Namun, ini adalah risiko yang siap kami ambil. Kami sekarang akan melanjutkan untuk menunjukkan kepada Anda bahwa kami datang ke sini untuk kepentingan kerajaan kami, dan bahwa kami akan mengatakan apa yang akan kami katakan sekarang, untuk pelestarian negara Anda; karena kami akan dengan senang hati menjalankan kerajaan itu atas Anda tanpa masalah, dan melihat Anda dipertahankan untuk kebaikan kita berdua.


Melian pun bertanya apakah akan menghasilkan sesuatu yang baik jika mereka melayani Athena dan sebaliknya, Athena memerintahkan mereka? Athena menjawab bahwa Melian akan mendapat keuntungan jika tunduk pada mereka sebelum menderita atau mengalami hal terburuk dan Athena juga mendapatkan keuntungan dengan tidak menghancurkan Melian.



Melian kembali bertanya kepada Athena apa itu gagasan kesetaraan bagi mereka? Athena menjawab “Sejauh yang benar menurut mereka yang satu memiliki sesuatu sama banyaknya dengan yang lain, dan jika mereka mempertahankan kemerdekaannya itu karena mereka kuat, dan jika kita tidak menganiaya mereka itu karena kita takut.”



Dengan membuat Melian tunduk, orang Athena tidak hanya berharap untuk meluaskan kerajaannya, tetapi juga untuk meningkatkan citra serta keamanan mereka. Karena menurut orang Athena, dengan membiarkan Melian yang lemah tetap bebas/merdeka, akan berdampak negatif pada kekuatan Athena.


Melian: Tetapi apakah Anda menganggap bahwa tidak ada keamanan dalam kebijakan yang kami tunjukkan? Karena di sini lagi jika Anda menghalangi kami untuk berbicara tentang keadilan dan mengundang kami untuk mematuhi kepentingan Anda, kami juga harus menjelaskan kepentingan kami, dan mencoba membujuk Anda, jika keduanya terjadi bersamaan. Bagaimana Anda bisa menghindari memusuhi semua orang netral yang ada yang akan melihat kasus darinya bahwa suatu hari Anda akan menyerang mereka? Dan apakah ini selain untuk memperbesar musuh yang telah Anda miliki, dan untuk memaksa orang lain menjadi seperti itu yang tidak akan pernah terpikirkan sebelumnya?



Orang Athena: Mengapa, faktanya adalah bahwa benua pada umumnya memberi kita sedikit alarm; kebebasan yang mereka nikmati akan lama mencegah mereka mengambil tindakan pencegahan terhadap kita; itu agak penduduk pulau seperti Anda, di luar kerajaan kita, dan subjek yang sakit hati di bawah kuk, yang paling mungkin mengambil langkah gegabah dan membawa diri mereka sendiri dan kita ke dalam bahaya yang nyata.



Melian: Kalau begitu, jika Anda mengambil risiko begitu besar untuk mempertahankan kerajaan Anda, dan rakyat Anda untuk menyingkirkannya, itu pasti merupakan kehinaan dan kepengecutan yang besar dalam diri kami yang masih bebas untuk tidak mencoba segala sesuatu yang dapat dicoba, sebelum tunduk pada kuk Anda.



Orang Athena: Bukan jika Anda dinasihati dengan baik, kontesnya tidak setara, dengan kehormatan sebagai hadiah dan rasa malu sebagai hukuman, tetapi pertanyaan tentang mempertahankan diri dan tidak melawan mereka yang jauh lebih kuat dari Anda.



Pada situasi tersebut, Melian berharap keadilan dan tujuan mereka akan mendapatkan dukungan atau bantuan dari para dewa.



Orang Athena ; Ketika anda berbicara tentang bantuan para Dewa, kami mungkin berharap itu untuk dirimu sendiri ; baik kepura-puraan maupun tingkah laku kami sama sekali tidak bertentangan sebagaimana manusia yang mempercayai para dewa. Dari para dewa kami percaya, dan dari manusia kami tahu ; bahwa dengan hukum yang di buat atas dasar sifat mereka, dengan itu mereka bisa memerintah dimanapun mereka mau. Dan itu tidak seolah-olah membuat bahwa kamilah yang pertama kali membuat hukum ini, atau menindaklanjutinya ketika dibuat. Benar bahwa kami menemukannya sebelum kita dan akan membiarkannya ada untuk selamanya bahkan setelah kita tidak ada : namun semua yang kita lakukan sekarang adalah memanfaatkannya. Bila anda dan orang lain mengetahui tentang semua ini, maka kalian akan memiliki kekuatan yang sama seperti yang kami miliki serta akan melakukan hal yang sama seperti kami. Jadi, menyangkut hal yang berkaitan dengan para dewa, kami tidak memiliki rasa takut dan tidak ada alasan untuk takut ketika kami berada pada posisi yang

kurang menguntungkan. Tetapi, ketika sampai pada gagasan anda tentang Lacedaemonians, yang mana membuat anda percaya bahwa rasa malu akan membuat mereka membantu anda, maka kami disini berbeda ; bahwa disini kami akan memberkati atas dasar kesederhanaan anda, bukan justru membuat anda iri karena kebodohanmu. Tentang Lacedaemonians, kamu harus tahu bahwa hukum akan dipertanyakan ketika berkaitan dengan kepentingan mereka sendiri atau kepentingan negara mereka. Apakah orang yang paling berharga masih hidup ; perilaku mereka terhadap orang lain terlalu banyak untuk disebut, tetapi tidak ada gagasan yang lebih tentang itu selain mengatakan secara singkat tentang semua itu. Laki-laki disana kita tahu mereka paling mencolok dalam mempertimbangkan apa yang membuat terhormat dan apa yang bijaksana saja. Cara berpikir seperti itu tidak akan banyak menjanjikan keselamatan, dan cara itu sekarang tidak masuk akal bila anda mengandalkannya.



Melian ; Tetapi justru karena alasan inilah kami sekarang mempercayai bahwa rasa hormat mereka itulah yang akan mencegah mereka untuk mengkhianati Melian, orang yang menjajah mereka, dan dengan melakukan itu ; mereka akan kehilangan kepercayaan teman mereka di Hellas dan membantu musuh mereka.



Orang Athena : Maka anda tidak mengadopsi pandangan bahwa kebijaksanaan seperti itu sejalan dengan keamanan, sementara keadilan dan kehormatan tidak dapat diikuti tanpa bahaya ; dan membahayakan Lacedaemonians umumnya bentuk pengadilan sesedikit mungkin.



Melian : Tapi kami percaya bahwa mereka akan lebih mungkin menghadapi bahaya demi kami, dan mereka juga lebih percaya diri daripada yang lain sebab kedekatan kita dengan Peloponnese membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk bertindak, dan kesamaan darah jugaakan memastikan kesetiaan diantara masing-masing kita.



Orang Athena : Ya, tapi apa yang dipercaya oleh sekutu yang berniat akan berbeda alias bukanlah niat baik yang muncul dari mereka yang dimintakan bantuan, justru keunggulan kekuatan untuk bertindak; dan Lacedaemonians melihat ini bahkan lebih dari yang lain. Setidaknya, ketidakpercayaan mereka terhadap sumber daya wilayah mereka hanya itu, juga ditambah banyak sekutu mereka yang menyerang tetangga ; sekarang apakah mungkin sementara kita adalah tuan laut mereka akan menyeberang ke sebuah pulau ?



Melian : Tetapi mereka akan memilik orang lain untuk dikirim. Laut Kreta sangat luas, dan lebih luas lagi yaitu sulit bagi mereka yang memerintahkannya untuk mencegat orang lain, daripada bagi mereka yang ingin mengelak, mereka akan memilih untuk melakukannya denganaman. Dan jika pada Lacedaemonians mengalami keguguran dalam hal ini, mereka akan jatuh di tanah Anda, dan di sebelah kiri ada sekutu anda yang tidak dapat dijangkau Brasidas; Dan alih-alih tempat yang bukan milik anda, justru harus berjuang untuk negara anda sendiri dan membuat konferensi sendiri.



Orang Athena : Beberapa jenis dari yang anda bicarakan mungkin suatu hari akan anda alami sendiri, hanya untuk belajar, seperti yang telah dilakukan orang lain, bahwa orang Athena tidak pernah mundur dari pengepungan karena takut akan siapapun. Tapi kami dikejutkan oleh fakta bahwa, setelah mengatakan bahwa anda akan berkonsultasi demi keselamatan negara anda, dalam semua diskusi ini anda tidak menyebutkan apapun yang mungkin di percaya oleh pria dan berpikir untuk diselamatkan oleh. Argumen terkuatmu sejauh ini yaitu bergantung pada harapan dan masa depan, serta sumber daya anda yang sebenarnya telalu sedikit, dibandingkan dengan yang diatur melawan anda, untuk anda keluar sebagai pemenang. Karena itu anda akan menunjukkan kesalahan yang besar dalam penghakiman, kecuali, setelahnya mengizinkan kami untuk pensiun, anda dapat menemukan beberapa nasihat yang lebih bijaksana dari ini. Anda pasti tidak akan melakukannya karena akan ditangkap oleh gagasan

yang penuh aib itu, yang akan membawa pada bahaya yang memalukan, dan pada saat yang sama waktu terlalu jelas untuk disalahartikan, terbukti sangat fatal bagi umat manusia : karena dalam banyak kasus ; laki-laki yang matanya terbuka sempurna terhadap apa yang mereka buru, biarkan hal itu disebut sebagai aib, sebab hanya dengan pengaruh nama yang menggoda, membawa mereka ke titik dimana mereka menjadi begitu diperbudak oleh ungkapan itu lalu seolah dengan sengajak jatuh ke dalam bencana tanpa harapan, dan menimbulkan aib lebih tercela sebagai pendamping kesesatan. Ini, jika anda disarakan dengan baik, anda akan waspada dan anda tidak akan memikirkannya ; tidak terhormat untuk tunduk pada kota terbesar di Hellas. Ketika itu membuatmu menjadi moderat, tawaran untuk menjadi sekutu bawahannya dan tanpa berhenti menikmati negara yang dimilikinya. Anda atau ketika anda memiliki pilihan yang diberikan kepada anda antara perang dan keamanan, apakan anda akan melakukannya

dibutakan untuk memilih yang lebih buruk. Dan sudah pasti bahwa mereka tidak menyerah pada yang sederajat, yang menjaga hubungan dengan atasan mereka, dan moderat terhadap bawahan mereka. Karena itu, pikirkan masalah ini setelah penarikan kita, dan renungkan sekali lagi bahwa untuk negara andalah hari ini anda berkonsultasi. Anda tidak punya lebih dari satu pertimbangan dan ini menyangkut kemakmuran atau kehancurannya.


Orang Athena lalu menarik diri dari konferensi ; dan Melians dibiarkan sendiri dalam rangka mengambil keputusan sesuai dengan apa yang telah mereka perbincangkan dalam diskusi. Dan orang Athena mempertahankan apa yang mereka bicarakan dalam diskusi. Lalu Melian menjawab ; “Keputusan kami, orang Athena, sama dengan yang pertama, Kami tidak akan membiarkan melihat momen perampasan kebebasan sebuah kota yang telah dihuni selama tujuh ratus tahun ini; tetapi kami menaruh kepercayaan kami apda kekayaan yang telah dilestarikan oleh para Dewa sampai sekarang, dan berkaitan dengan bantuan Lacedaemonians; jadi kami akan mencoba dan menyelamatkan diri kami sendiri. Sementara itu kami mengundang anda untuk mengizinkan kami menjadi teman bagi anda dan musuh bagi salah

satu pihak, dan kami akan pensiun setelah membuat perjanjian yang tampaknya cocok untuk

kita berdua.”



Begitulah jawaban para Melian. Orang Athena sekarang berangkat dari konferensi berkata: “Nah, anda sendiri, seperti terlihat bagi kami, menilai dari resolusi ini, perhatikan apakah ada masa depan lebih pasti daripada apa yang ada di depan mata anda, dan apa yang tidak terlihat, di dalam diri anda, keinginan seperti yang sudah terjadi ; karena anda telah mempertaruhkan paling banyak, dan paling percaya, Lacedaemonians, keberuntungan anda dan harapan anda, itu menjadikan anda adalah yang paling lengkap ditipu.”



Utusan Athena sekarang kembali menjadi tentara ; dan Melians tidak menunjukkan tanda menyerah, para jenderal juga mempertaruhkan diri pada permusuhan, dan menarik garis untuk mengelilingi Melian, membagi pekerjaan diantara berbagai negara bagian. Selanjutnya orang Athena kembali dengan sebagian besar pasukan mereka, meninggalkan sejumlah warga negara mereka sendiri dan sekutu untuk berjaga-jaga di darah dan laut. Itu kekuatan yang tersisi tinggal dan mengepung tempat itu. Pada waktu yang sama, Argives menyerbu wilayah Philus dan kehilangan 80 orang dalam penyergapan yang dilakukan Phliasians dan Argumen orang buangan. Sementara orang Athena di Pylos mengambil begitu banyak jarahan dari Lacedaemonians yang terakhir, meski mereka masih menahan diri untuk tidak melanggar perjanjian dan pergi berperang dengan Athena, namun menyatakan bahwa siapapun dari rakyat mereka yang memilih kekuatan menjarah orang Athena. Orang Korintus juga memulai permusuhan dengan orang Athena untuk pertengkaran pribadi mereka ; tapi orang Peloponnesia lainnya tetap diam. Sementara itu, Melian menyerang pada malam hari dan mengambil bagian dari barisan Athena melawan pasar, membunuh beberapa orang, membawa masuk jagung dan mengambil semua yang kiranya berguna dan bisa mereka miliki. Sementara orang Athena mengambil langkah-langkah untuk menjaga penjagaan yang lebih baik di masa depan.



Musim dingin berikutnya, pada Lacedaemonian bermaksud untuk menyerang argive wilayah, tetapi kondisi di perbatasan tidak memungkinkan untuk menyebrang lalu kembali lagi. Niat mereka ini membuat Argives curiga terhadap mereka sesama warga, beberapa diantaranya ditangkap. Tentang pada saat yang sama Melians kembali kengambil bagian lain dari garis Athena yang lemah ditempatkan di garnisun. Bala bantuan kemudian tiba dari Athena sebagai akibatnya, dibawah perintah Philocrates, Putra Demeas, pengepungan sekarang ditekan dengan kuat; dan beberapa pengkhianatan yang terjadi di dalam membuat orang Melian menyerah atas kebijakannya dengan orang Athena.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinamika Hegemoni Islam dalam Tatanan Dunia Baru: Dalam Bentuk Seperti Apa?

** Tulisan ini adalah penugasan dalam kuliah Politik Islam Global yang diampu oleh Prof Din Syamsuddin, Cendekiawan Islam Indonesia abad Kontemporer** Dinamika Hegemoni Islam dalam Tatanan Dunia Baru: Dalam Bentuk Seperti Apa? Oleh Sultan Alam Gilang Kusuma ( Mahasiswa HI UIN Jakarta, Korpus Fodaru) Pendahuluan Perubahan besar dalam sejarah umat manusia selalu ditandai oleh perebutan dominasi dan pengaruh antar peradaban. Sejak runtuhnya sistem bipolar Perang Dingin, relasi internasional tidak lagi didominasi hanya oleh kekuatan militer atau ekonomi barat, namun juga oleh arus budaya, pengetahuan, dan sistem nilai yang mengglobal melalui proses modernisasi dan globalisasi. Tatanan baru yang muncul sering diwarnai oleh hegemoni Barat yang didukung oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, berhasil menempatkan negara-negara lain, terutama dunia Islam, dalam posisi subordinat . Dalam konteks ini, penting untuk membahas hegemoni Islam sebagai respon, kritik, bahkan tawaran alternatif a...

Wotgaleh ; Mencari Bapak, Membunuh Ibu

Jumat pekan ketiga di tanah Mataram, saya menziarahi Masjid Sulthoni Wotgaleh yang bersebelahan dengan makam Joko Umbaran atau Panembahan Purboyo, anak Panembahan Senopati dari trah Ki Ageng Giring. Ini dalam upaya menggenapi ziaroh saya terhadap berbagai sosok yang masyhur dalam catatan-catatan Trah Mataram Islam hingga terpecah menjadi Yogyakarta dan Surakarta. *** Menukil Babad Tanah Jawi, Wotgaleh diambil dari kalimat Wot Ing Pengaleh, kata wot berarti jembatan atau meniti sementara galeh atau galih berarti hati. Sehingga Wotgaleh dapat diartikan jembatan menuju ketenteraman atau kemantapan hati mencapai kedamaian. Wilayah ini merupakan hadiah dari Sultan Agung kepada pamannya, Joko Umbaran atau Panembahan Purboyo karena telah ikut membantu mendampingi Sultan Agung Hanyokrowati tersebut dalam pemerintahannya. Banyak orang datang berkunjung ke Masjid dan Makam ini untuk berbagai hajat, termasuk mitos yang berkembang bahwa konon wasilah keberkahan Panembahan Purboyo dapat menenangkan...

Edisi Revisi: Mencari Makna Invasi Rusia atas Ukraina

 Sebagai seorang peneliti yang cenderung menggunakan analisis antropologis, saya mencoba melakukan uji deduktif terhadap sebuah realitas yang sedang menjadi perhatian seluruh dunia saat ini, yaitu konflik antara Rusia dan Ukraina. Dalam membaca fenomena ini, saya menggunakan paradigma Jaringan Sosial (Jarsos) sebagai sudut pandang utama. Dalam bukunya Berpikir Jaringan, Rudy Agusyanto – seorang antropolog yang mengembangkan paradigma ini – menyebut bahwa berpikir jaringan berarti menempatkan semua realitas sebagai sesuatu yang penting dan bermakna pada jaringannya. Dengan itu, kita dituntut untuk tidak menegasikan realitas apa pun. Maka, dalam membaca konflik Rusia–Ukraina ini, saya berusaha menangkap makna dari tiap realitas yang muncul dan menghubungkannya dengan realitas lain. Cara pandang ini membuat tulisan saya meluas ke banyak arah, karena setiap titik memiliki keterhubungan. Konflik Rusia–Ukraina dan Arah Pandangan Dunia Keputusan Rusia untuk melakukan invasi ke Ukraina sej...