Lagu yang dimainkan pria kelahiran Sampang Madura ini lagi-lagi terdengar merdu dan menyihir khalayak ramai. Betapa tidak, irama yang di dendangkan begitu pas a.k.a menyentuh hal-hal subtantif yang selama ini terpendam dalam benak publik. Bak gayung bersambut, tiap irama yang di mainkan makin riuh dengan tepukan bergemuruh dari masyarakat, apalagi alat musik yang di gunakan untuk mengaransemen tiap nada nya adalah media sosial, mesin pembunuh paling dahsyat abad ini.
Namun ada yang lebih penting dari sekedar nyanyian “penghibur”. Saya dan mungkin kita semua berharap Mantan Ketua lembaga penegak konstitusi ini mengingat dengan jelas sebuah pepatah bijak lama yang menyebut ; “orang berakal itu, adalah orang yang paling jauh pandangannya tentang akhir dari apa yang dia lakukan”.
Artinya besar harapan bahwa nyanyian lagu demi lagu dari Mahfud MD ini tidak sekadar pepesan kosong, atau hanya melempar isu demi mendapatkan panggung menuju kontestasi pemilu 2024 mendatang. Meskipun jika diamati ada sebahagian rakyat yang sudah berteriak ramai mendukung Mahfud untuk melanjutkan perjuangannya lewat posisi lebih strategis, Capres atau Cawapres. Yang semoga teriakan itu tidak mempengaruhi subyektifitas Mahfud MD dalam perjuangannya menegakkan moralitas hukum hari ini.
Tapi saya pribadi punya keyakinan besar atas apa yang dilakukan Mahfud MD ini sebagai bagian dari komitmen dirinya saat diminta Presiden Jokowi untuk mengawal penegakan hukum dan perbaikan sistem di negeri yang kita cintai. Sebagai salah satu dari sosok yang dipercaya atau bahkan disayang oleh Presiden Gusdur, Mahfud MD tidak perlu diragukan kapasitas nya dalam banyak urusan. Namun lagi-lagi yang paling penting jangan sampai beliau jadi montir malpraktik, bisa bongkar tapi ’urung’ bisa masang kembali. Atau justru berlapis niat lain menjelang Reshuffle Kabinet dan Pemilu 2024 mendatang, semoga tidak.
Karena itu, salah satu langkah pasti selain mengkondisikan penghuni Senayan untuk mendukung perjuangannya, Mahfud juga perlu penyusun roadmap yang benar-benar matang serta dibarengi koordinasi bersama pihak-pihak terkait agar tindakan hukum yang dilakukan berjalan dengan jelas,tegas dan terukur.
Tidak berhenti pada penindakan atas dasar by case saja, tetapi juga dilanjutkan dengan peta jalan perbaikan sistem demokrasi dan hukum yang telah simpang siur sejauh ini. Sehingga pihak-pihak bawah tanah bernama oligarki yang selama ini bermain mata dan tangan dalam kepentingannya bisa dihabisi atau bahkan dipangkas habis sampai ke akar-akarnya.
Komentar
Posting Komentar