Sebelum debat yang berakhir nahas bagi salah satu paslon yang tidak siap dengan data kemarin, katanya sempat dulu ia bermesra ria bersama Lurah di sebuah restoran, Makan Malam.
Tafsirnya banyak, ada yang bilang bahwa ini kode keras deklarasi dukungan adapula yang menyebut bahwa keduanya deg-deg ser dengan dinamika pemilu yang akan berlangsung sekitar 30-an hari lagi.
Setelah semua kekuatan alat negara dikerahkan, kiri kanan depan belakang, uang digelontorkan begitu banyak nol dibelakangnya, tapi ternyata semua survey tak menunjukkan hasil yang ditarget kumpulan ini sejak awal. Harapannya sih bisa tembus 50% lebih, sehingga proyeksi satu putaran pasti terjadi. Tapi sayang, ternyata angka perolehannya stagnan, mandeg.
Jadi tak ada yang bisa dibangga-banggakan banget, dan malah perlu dipertanyakan ; kok hanya bisa segitu sih dengan kekuatan dan kerja-kerja yang tiada tanding itu ?
Dua putaran ini akan seru. Karena pileg telah berlalu dan perolehan suara-suara partai diketahui. Perubahan koalisi malah bisa sangat mungkin terjadi. Bila yang masuk paslon itu versus Ganjar, Nasdem dan PKB kemungkinan akan bergabung membersamai GP, semisi sejak kini untuk melawan Lurah yang lupa diri.
Yang agak sulit ditebak bila AB yang masuk putaran kedua, akan kemana PDIP, apakah abstain atau berdamai dengan rasa sakit lewat bergabung koalisi itu. Tapi, rasanya bukan itu karakter PDIP selama ini yang kian teguh memegang prinsip, apalagi masih Megawati yang memegang nahkoda kapalnya.
Tapi yang pasti, makan malam itu seakan menandakan kegamangan keduanya. Kita harus lakukan cara apalagi untuk bisa tembus satu putaran, kira-kira begitu rumusan masalah yang sedang dicari jawabannya.
Dan ya, ini pula mengartikan bahwa kepemilikan kekuasaan juga tak akan pernah menjamin semua harapan, keinginan, tujuan, bisa tercapai instan. Apalagi dikerjakan lewat laku-laku yang bertentangan dengan aturan yang ada dan etika yang disepakati bersama. Kalau kata para pendukung AB, mungkin ini cara kerja langit, hahahaha.
Komentar
Posting Komentar