Orang-orang yang memakai kacamata pendekatan contruktivism postmodernisme akan mengatakan bahwa sejatinya segala sesuatu yang kita anggap realita adalah hasil dari konstruksi sosial. Sederhananya, realita yang muncul dalam setiap kata-kata, baik itu disebut sebagai fakta atau opini, maka semuanya adalah hasil kontruksi.
Kita memahami bahwa fakta itu tidak pernah tunggal, tidak pernah objektif sebab ia akan terus berubah tergantung darimana ia diucapkan sebagai sebuah kata-kata. Termasuk bagaimana kita memahami Covid19 yang hari ini dikonstruksi sebagai kekacauan abad ini, itu semua kebenaran yang ada pada jaringan yang membenarkan kehadiran Covid19 itu sendiri.
Kita juga menemukan dalam situasi ini, bagaimana jaringan yang mendekonstruksi secara teologis apa-apa yang berkaitan dengan Covid19 sebagai bahan pembenaran, jika kita berparadigma Postmo maka kita menerima kebenaran itu dengan sifat subyektif, artinya ada kebenaran lain yang mungkin muncul dari jaringan lain.
Dekonstruksi Teologis itu semisalnya mengatakan bahwa Pandemi ini merupakan siklus sejarah, sejak zaman Rasulullah juga pernah terjadi wabah Tha'un yang juga begitu ganas. Hasil dekonstruksi ini kemudian dialirkan dalam banyak jaringan untuk menciptakan realita baru bahwa Pandemi itu memang benar ada, bahkan sejak zaman dahulu.
Namun akan timbul pertanyaan, benarkah sejarah itu sifatnya berkelanjutan, Diskontinutas sejarah itu dipahami bahwa dia hadir tidak dengan bentuk yang sama, analoginya kita tidak pernah berenang dalam sungai yang sama. Termasuk bagaimana kita memahami Dekonstruksi Teologis terhadap pandemi, tergantung paradigma kita sendiri apakah menerimannya sebagai satu kebenaran atau mengkonstruksinya kembali.
Maka jika kita berbicara tentang Konstruksi Sosial, salah satu realitas atau kebenaran yang coba dikonstruksi kembali dalam peristiwa Covid19 ini adalah tentang konspirasi konsep Biopower Michel Foucault.
Salah satu instrumen yang juga dikonstruksi dalam konsep Biopower adalah Biopolitik. Biopolitik sebenarnya merupakan persilangan antara ilmu biologi dan politik, dalam hal ini ia membahas mengenai segala kebijakan politik yang melibatkan segala administrasi mengenai kehidupan dan populasi sebagai subjeknya; untuk memastikan, mempertahankan, dan melipatgandakan kehidupan hingga menertibkan kehidupan (Foucault, 1976). Sedangkan biopower merupakan cara biopolitik digunakan untuk bekerja di masyarakat dan melibatkan segala transformasi yang mendalam mengenai mekanisme kekuasaan (Foucault, 1976). Nantinya, biopolitik dan biopower dapat dilihat sebagai satu kesatuan konsep yang lebih luas untuk menjelaskan adanya silsilah antara kekuasaan dan pemerintahan (Foucault, The Birth of Biopolitics, 1979).
Lebih lanjut foucault menggambarkan biopolitik sebagai mekanisme pendisiplinan dan bertindak sebagai alat kontrol yang diberikan pada populasi secara keseluruhan (Foucault, Society Must be Defened, 1997). Misalnya beberapa contoh kontrol yang diproduksi oleh sebuah institusi; rasio kelahiran dan kematian, tingkat reproduksi, kesuburan suatu populasi, definisi universal tentang kesehatan, dan sebagainya (Foucault, Security, Territory, Population, 2007).
Maka jika bergerak lebih jauh mengaitkan realita tentang Covid19 sebagai bagian dari biopolitik dan biopower yang dilakukan oleh sekelompok orang maka kita bisa menerima kebenaran itu atau bisa juga menolaknya.
Hari ini kita saksikan bagaimana Konstruksi Biopower mencoba menjadikan WHO, Media serta angka-angka sebagai bagian dari alat konstruksi realitas. Dan semuanya punya tujuan baik itu untuk keuntungan goverment sendiri sebagai pihak yang mengkonstruksi atau dalam rangka lainnya.
Namun yang kita temui pula, salah satu realita yang lahir dan juga dikonstruksi adalah Covid19 menyengsarakan umat manusia, konsep biopower yang dikonstruksikan hari ini benar-benar melupakan dampak besar yang harus diterima banyak orang.
Dan untuk itulah perlu adanya kontruksi lain untuk dibawa sebagai kebenaran dalam jaringan orang-orang yang merasa terdampak terhadap konsep biopower yang dalam hal ini menggunakan Covid19 sebagai istilahnya.
Komentar
Posting Komentar